Tentang Kanker

10 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pencegahan Kanker, Virus Ternyata Dapat Menyebabkan Kanker

ilustrasi menggunakan hand sanitizer untuk mencegah virus dan bakteri di tanganPenting untuk lebih menjaga kebersihan tangan di tengah wabah Covid-19. (Shutterstock)

Dunia sedang heboh oleh wabah Covid-19. Tentu saja Anda harus waspada dan menuruti anjuran pemerintah dan pakar kesehatan. Namun, Anda juga perlu tetap mewaspadai kanker sebagai salah satu gangguan kesehatan yang juga mematikan. Pssst, bahkan, virus tertentu ternyata dapat menyebabkan kanker. Berikut ini, sepuluh hal yang perlu Anda ketahui tentang pencegahan kanker.

1. Sejumlah Virus Dapat Menyebabkan Kanker

Anda mungkin mengetahui bahwa merokok (termasuk perokok pasif) serta paparan sinar matahari yang berkepanjangan membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena kanker. Yang kurang umum diketahui adalah bahwa sejumlah infeksi virus juga dapat meningkatkan risiko Anda. Human papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan kanker serviks, sementara virus hepatitis B (HBV) meningkatkan risiko kanker hati. Kedua virus tersebut dapat ditularkan dari orang ke orang melalui darah atau seks. Berita baiknya adalah Anda dapat melindungi diri dengan vaksinasi terhadap HPV dan HBV.

2. Peran Gula

Tidak ada bukti yang mengaitkan gula dengan kanker. Namun, makan terlalu banyak dapat menyebabkan Anda menambah berat badan atau menjadi gemuk, yang dapat meningkatkan risiko kanker Anda. Jadi, penting untuk berolahraga dan menjaga berat badan yang sehat.

3. Konsumsi Alkohol

Semakin sedikit alkohol, termasuk bir dan anggur, Anda konsumsi, semakin baik buat Anda. Alkohol dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut dan tenggorokan, esofagus, hati, kolorektal, payudara, dan perut.

4. Kebanyakan Kanker Tidak Diwariskan

Hanya 5 hingga 10 persen dari kasus kanker disebabkan oleh gen abnormal yang berjalan dalam keluarga. Faktor penyebab kanker lainnya termasuk pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat, virus, dan paparan sinar matahari dan asap tembakau yang berlebihan.

5. 40 Persen Kanker Dapat Dicegah

World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research memiliki rekomendasi ini untuk menurunkan risiko kanker, yaitu tetap aktif, makan lebih banyak buah dan sayuran, kurangi daging merah dan minuman manis, gunakan lebih banyak bahan segar dalam memasak, serta kurangi makan makanan olahan, asin, dan asap seperti ham, bacon, dan sosis. Pengawet tambahan seperti nitrat, proses merokok, pengasinan atau pengeringan dapat menghasilkan senyawa karsinogenik dalam makanan.

6. Tidak Semua Tumor Kanker

Tumor terbentuk ketika sel-sel dalam tubuh tidak mati ketika mereka seharusnya atau ketika ada pertumbuhan sel yang abnormal. Namun, tumor bisa ganas atau jinak. Tumor ganas bersifat kanker karena dapat menyerang jaringan di sekitarnya dan menyebar ke bagian lain tubuh melalui aliran darah atau sistem limfatik. Tumor jinak, di sisi lain, tidak menyebar atau menyerang jaringan di sekitarnya dan, setelah diangkat, biasanya tidak berulang.

7. Jangan Lewatkan Skrining

Kanker yang terdeteksi pada tahap awal ketika mereka masih kecil lebih mudah diobati. Selain itu, ada peluang penyembuhan yang sangat baik jika kankernya tidak menyebar. Jadi, pilihlah skrining yang sesuai usia, bahkan jika Anda sehat. Pemeriksaan umum meliputi mamografi untuk kanker payudara, kolonoskopi atau tes feses untuk kanker kolorektal, dan pap smear untuk kanker serviks.

8. Jangan Mengabaikan Gejala-gejala Ini

Untuk sebagian besar kanker, rasa sakit bukanlah gejala awal. Padahal, gejala biasanya hanya muncul ketika kanker sudah dalam stadium lanjut. Namun, Anda dapat mewaspadai tanda-tanda peringatan ini dan jika bertahan, segera temui dokter.

  • Benjolan di payudara atau di bagian lain.
  • Suara serak atau batuk terus-menerus yang bukan karena penyakit virus.
  • Gangguan pencernaan atau kesulitan menelan.
  • Penurunan berat badan yang tak terduga atau cepat, signifikan.
  • Luka yang tidak sembuh.
  • Pendarahan yang tidak biasa atau keputihan, atau darah berdahak, kencing atau tinja.
  • Sembelit kronis atau diare atau perubahan pola atau ukuran tinja.
  • Perubahan warna, bentuk, dan ukuran kutil atau tahi lalat.

9. Kanker Payudara Adalah Pembunuh Terbesar

Dari 2010 hingga 2014, ada 61.522 kasus kanker yang didiagnosis di Singapura. Dari jumlah tersebut, yang mengenai wanita sejumlah 31.743 kasus. Kanker payudara adalah yang paling umum dan paling fatal, menyebabkan 2.049 kematian. Berikut ini lima kanker teratas di antara wanita selama periode itu:

  • Kanker payudara: 29,2%
  • Kanker kolorektal: 13,3%
  • Kanker paru-paru: 7,6%
  • Kanker rahim: 6,6%
  • Kanker ovarium: 5,5%

Sumber: The Singapore Cancer Registry, Annual Registry Report, Trends in Cancer Incidence in Singapore, 2010-2014.

10. Terapi Alternatif Dapat Membantu

Kanker tidak dapat diobati dengan terapi alternatif, tetapi dapat melengkapi perawatan yang sedang Anda jalani. Pasien disarankan untuk memberi tahu dokter ahli kanker mereka tentang pengobatan tambahan atau pengobatan yang mereka pertimbangkan untuk memastikan tidak ada efek samping dan efektivitas pengobatan kanker tidak berkurang.

Anda ingin bertanya-tanya seputar kanker? Hubungi kami melalui Enquiry Form.

Leave a Response