Apakah pengobatan yang umum bagi kanker paru?

Untuk kanker paru stadium 1 dan 2, kami biasanya merekomendasikan operasi secara total membasmi sel-sel tumor yang terlokalisasi. Operasi merupakan kesempatan yang terbaik untuk penyembuhan. Dalam beberapa kasus, kami menindaklanjutinya dengan kemoterapi tambahan untuk membersihkan sel-sel kanker secara total guna mengurangi kemungkinan kembalinya kanker.

Untuk stadium yang lebih lanjut, kami dapat melakukan kombinasi antara terapi radiasi dan/atau kemoterapi. Kini, kami juga menggunakan terapi terarah dan imunoterapi.

Sebelumnya, ketika kami menggunakan kemoterapi terutama untuk kanker paru stadium 4, median tingkat kelangsungan hidup hanya berkisar antara enam hingga delapan bulan.

Pada tahun 2004, kami mulai menggunakan terapi terarah dan pada tahun 2015 mulai menggunakan imunoterapi. Kedua terapi ini telah memperbaiki tingkat kelangsungan hidup dengan cukup signifikan, dan pasien kanker paru Stadium 4 rata-rata bertahan hidup selama dua hingga tiga tahun.

Apakah bentuk pengobatan yang baru ini berhasil?

Terapi terarah menggunakan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker.

Sebagai contoh, sel-sel kanker paru kadang kala memiliki mutasi dalam gen reseptor faktor pertumbuhan epidermal (epidermal growth factor receptor/EGFR), yang bertanggung jawab menyebabkan sel-sel kanker untuk bertumbuh dan membelah diri dengan cepat. Obat-obatan yang disebut sebagai penghambat EGFR dapat membantu untuk menghalangi sinyal-sinyal ini dan menghentikan pertumbuhan kanker. Ada pula penghambat kinase limfoma anaplastik (anaplastic lymphoma kinase/ALK) yang bekerja dengan cara yang sama.

Pasien yang menggunakan penghambat ALK dapat terus hidup selama dua hingga tiga tahun tanpa mengalami kambuhnya kanker.

Imunoterapi adalah peningkatan sistem kekebalan tubuh seseorang untuk membunuh sel-sel kanker.

Sel-sel kanker memiliki kemampuan untuk “berkamuflase” sehingga mereka tidak terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh kita. Imunoterapi membuka selubung sel-sel tumor ini sehingga sistem kekebalan tubuh kita dapat memerangi mereka.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa imunoterapi telah secara signifikan memperbaiki tingkat kelangsungan hidup para pasien kanker. Antusiasme terbesar dari imunoterapi pada pasien kanker paru stadium 4 adalah “bagian akhir” dari pasien yang mencapai pengendalian jangka panjang yang baik dari kanker ini setelah menjalani pengobatan dengan imunoterapi.

JENIS

85%

Pasien kanker paru menderita kanker paru non-sel-kecil (non-small cell lung cancer/NSCLC). Jenis ini tidak seagresif SCLC, dan bila ditemukan secara dini, pengobatan dapat memberikan kesempatan untuk sembuh.

15%

Pasien kanker paru menderita kanker paru sel kecil (small cell lung cancer/SCLC). Hampir semua dari para pasien ini adalah perokok. Bentuk kanker paru yang agresif ini dapat menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lainnya.

FAKTOR RISIKO

#1 Merokok

Perokok memiliki kemungkinan 15–30 kali lebih besar untuk terkena kanker paru bila dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Faktor lainnya meliputi menghirup asap rokok orang lain, paparan terhadap bahan kimia dan karsinogen, serta riwayat kanker paru dalam keluarga.

TREN

Peringkat 1

Penyebab kematian akibat kanker di Singapura.

Peringkat 2

Kanker yang paling umum dijumpai pada pria di Singapura.

Peringkat 3

Kanker yang paling umum dijumpai pada wanita di Singapura.

GEJALA

Apa yang perlu diperhatikan

Kanker paru awal sering tidak menimbulkan gejala. Seiring dengan berkembangnya kanker, gejala yang umum bisa meliputi berikut ini.

  • Batuk yang terus memburuk atau tidak kunjung sembuh
  • Napas pendek-pendek
  • Nyeri dada terus-menerus
  • Batuk berdarah
  • Suara serak
  • Infeksi paru berulang seperti pneumonia
  • Merasa amat lelah setiap saat
  • Kehilangan berat badan tanpa sebab yang jelas

Leave a Response