Bagi pasien kanker, kualitas tidur sangat membantu dalam proses penyembuhan dan meningkatkan kualitas hidup. Lalu, bagaimana cara mendapatkan kualitas tidur yang baik?

Konsultan senior dalam bidang onkologi medis Parkway Cancer Centre Dr Wong Chiung Ing mengatakan, kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda. Memang selama ini kita selalu direkomendasikan bahwa lama tidur yang berkualitas adalah delapan jam. Namun, dia menegaskan bahwa itu adalah rata-rata yang disarankan. Dr Wong mengungkapkan, jangan terlalu fokus pada durasi tetapi seberapa baik Anda tidur.

Tidur nyenyak dan tidur dengan rasa gelisah tentu saja berbeda. Perbedaannya terletak pada pikiran yang jernih dan suasana hati. Keduanya berperan penting bagi kesehatan.

Sebuah penelitian pernah menunjukkan kurang tidur satu malam dapat secara signifikan mengganggu respons dan waktu reaksi seseorang. Ini serupa dengan efek berada di bawah pengaruh alkohol.

Sebab, saat kita tidur, sebenarnya otak dan tubuh tetap beraktivitas. Keduanya melakukan proses penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kinerja kita sehari-hari. Maka waktu istirahat ini penting dalam membantu menurunkan tekanan darah, memberikan kelonggaran bagi sistem kardiovaskular, dan memfasilitasi berbagai fungsi hormonal termasuk perbaikan sel dan dukungan sistem kekebalan tubuh.

Tantangan mendapatkan kualitas tidur yang baik

Terlepas dari manfaatnya yang tidak dapat disangkal, tetapi kenyataannya banyak orang kesulitasn mendapatkan tidur yang konsisten dan berkualitas. Studi Kesehatan Mental Singapura 2016 mengungkapkan, hampir tiga dari sepuluh orang di Singapura mengalami gangguan tidur terus menerus.

Meskipun beberapa di antaranya bisa disebabkan oleh diri sendiri, seperti menonton atau berselancar di media sosial secara berlarut-larut, tetapi ada juga faktor yang tidak dapat dikendalikan. Faktor tersebut adalah insomnia.

Kondisi saat seseorang kesulitan untuk tertidur atau tetap tertidur dapat diperburuk seiring bertambahnya usia karena berkurangnya produksi melatonin, hormon yang membantu mendorong tidur.

Siapa pun yang pernah berjuang melawan kanker atau melihat orang yang dicintainya menderita kanker pasti tahu dampak buruk yang bisa ditimbulkannya terhadap tidur. Studi menunjukkan bahwa hingga separuh pasien kanker mengalami masalah terkait tidur selama pengobatan.

Dalam hal pasien kanker sulit untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, ada hal lain yang bisa menyebabkan hal tersebut, antara lain efek samping pengobatan ataupun obat yang diresepkan. Lainnya, bisa juga karena tekanan mental akibat diagnosis kanker. Tidak hanya itu, masa inap di rumah sakit juga mungkin saja meruntuhkan mental pasien karena berada dalam lingkungan yang asing.

Baca juga: Pentingnya Dukungan Keluarga dalam Pemulihan Kanker Paru Stadium 4

Cara mendapatkan tidur berkualitas

Walaupun demikian, masih ada beberapa cara mendapatkan tidur berkualitas. Berikut ini adalah beberapa cara mendapatkan kualitas tidur yang baik.

1. Tetapkan rutinitas sebelum tidur.

Lakukan aktivitas yang menenangkan seperti peregangan lembut atau membaca untuk mempersiapkan tubuh Anda untuk tidur.

2. Patuhi jadwal tidur.

Tidur dan bangun pada waktu yang konsisten dapat membantu mengatur jam internal tubuh Anda.

3. Ciptakan lingkungan tidur kondusif.

Pastikan kamar Anda dalam kondisi gelap, tenang, dan sejuk. Pertimbangkan untuk menggunakan tirai anti-tembus pandang atau mesin white noise — perangkat yang mengeluarkan suara menenangkan, seperti suara air terjun atau dedaunan — untuk meningkatkan relaksasi.

4. Kurangi waktu pemakaian perangkat.

Jauhkan dari perangkat seperti ponsel atau komputer, setidaknya satu jam sebelum waktu tidur. Cahaya biru yang dipancarkan layar dapat mengganggu siklus tidur-bangun alami tubuh.

5. Atasi stres

Latih teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengatasi kecemasan dan mendorong tidur nyenyak.

Untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas, hindari lima kebiasaan ini sebelum Anda beranjak tidur.

  1. Menggunakan perangkat terus menerus
  2. Kebiasaan memperhatikan jam
  3. Mengonsumsi kafein dan makanan berat
  4. Berolahraga
  5. Mengonsumsi alkohol

Baca juga: Makan yang Baik agar Tidur dengan Baik

Intervensi medis

Jika pendekatan alami tidak mampu mengatasi masalah tidur Anda, konsultasikan dengan ahli onkologi. Setelah melihat penyebab insomnia Anda, mereka mungkin merujuk ke psikolog. Pemeriksaan ini memantau aktivitas otak malam hari untuk mengidentifikasi sumber kesulitan tidur, sehingga memungkinkan pengobatan yang ditargetkan.

Meskipun pengobatan dapat memberikan kesembuhan, pengobatan sebaiknya dianggap sebagai upaya terakhir karena potensi ketergantungan yang berlebihan. Terkadang, mengatasi gejala atau efek samping yang menyebabkan gangguan tidur secara langsung mungkin lebih bermanfaat.

Tak kalah penting, selalu hubungi mitra layanan kesehatan untuk mendapatkan panduan. Keahlian mereka sangat berharga karena kualitas tidur dapat mempercepat proses penyembuhan.

SURVEI SEPUTAR KANKER

Silakan mengisi survei berikut ini untuk membantu kami menghadirkan informasi yang lebih baik kepada Anda.