Pengobatan kanker paru-paru telah berkembang signifikan beberapa tahun terakhir, memberikan harapan baru bagi pasien.

Situs web verywellhealth.com mendata, hingga tahun 2020 angka harapan hidup lima tahun untuk semua kasus kanker paru-paru mencapai 26,7 persen.

Sementara itu, setengah dari penderita kanker di Inggris dan Wales kini dapat bertahan hidup selama 10 tahun atau lebih. Peningkatan ini didukung oleh deteksi dini, kemajuan teknologi diagnosis, dan pengobatan yang lebih efektif.

Namun, pengobatan kanker paru-paru tidak dapat disamaratakan. Setiap pasien membutuhkan perawatan yang dirancang khusus, sesuai dengan jenis kanker, stadium, karakteristik molekuler, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Saat ini, berbagai metode pengobatan dapat memaksimalkan peluang pemulihan pasien. Hal ini dikatakan oleh dr Wong Siew Wei dari Parkway Cancer Centre Singapura.

Baca juga: Mengapa Kanker Paru-paru Meningkat di Kalangan Perokok Pasif? Ini Penjelasannya

Faktor risiko utama kanker paru-paru

Merokok, baik aktif maupun pasif, adalah faktor risiko utama kanker paru-paru. Namun, yang patut diketahui, kanker paru-paru ternyata sering terjadi dalam keluarga yang tidak memiliki kebiasaan merokok.

Selain rokok, karsinogen lingkungan seperti polusi udara, pembakaran bahan bakar fosil, paparan mineral seperti asbes dan silika, serta radiasi alami seperti radon turut meningkatkan risiko. Masih ada faktor risiko lainnya, yaitu genetik juga berperan signifikan, terutama di Asia.

Keberadaan penyakit lainnya ternyata juga bisa meningkatkan risiko lainnya, antara lain emfisema dan tuberkulosis.

Dr Wong Siew Wei dari Parkway Cancer Centre Singapura.
Dr Wong Siew Wei dari Parkway Cancer Centre Singapura.

Perbedaan stadium awal dan lanjut

Pada stadium awal, kanker paru-paru seringkali tidak menunjukkan gejala. Karena itu, skrining sangat penting, terutama bagi individu berisiko tinggi. Sebaliknya, kanker stadium lanjut biasanya disertai gejala seperti batuk berdarah, nyeri dada, penurunan berat badan, dan sesak napas parah.

Angka harapan hidup lima tahun untuk kanker stadium 1 dapat mencapai 90 persen, tetapi turun drastis menjadi 10-20 persen pada stadium 4. Pengobatan pada stadium awal bertujuan untuk menyembuhkan, sedangkan pada stadium lanjut lebih fokus pada pengendalian jangka panjang.

Kanker paru-paru umumnya terdeteksi melalui rontgen dada atau CT scan. Diagnosis lebih lanjut dilakukan dengan biopsi dan analisis molekuler untuk mengidentifikasi mutasi genetik yang memicu pertumbuhan kanker.

Tes darah berbasis teknologi terbaru, seperti multicancer early detection (MCED), menunjukkan potensi besar dalam mendeteksi fragmen DNA dan RNA abnormal terkait kanker. Namun, tes ini masih perlu dikombinasikan dengan metode tradisional seperti CT scan dosis rendah untuk skrining yang lebih efektif.

Baca juga: Pentingnya Dukungan Keluarga dalam Pemulihan Kanker Paru Stadium 4

Pengobatan kanker paru dan efek samping

Pengobatan kanker paru-paru sering kali melibatkan kombinasi beberapa metode. Pasien dengan stadium 1 hingga 3A dapat menjalani operasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi, terapi target, atau radioterapi. Namun, bagi pasien yang tidak dapat menjalani operasi, stereotactic body radiotherapy (SBRT) menjadi alternatif yang efektif.

Pada stadium lanjut, pengobatan kombinasi seperti kemoterapi, imunoterapi, dan terapi target menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan harapan hidup.

Setiap jenis pengobatan memiliki efek samping yang bervariasi. Kemoterapi dapat menyebabkan kelelahan, perubahan rasa, kulit kering, dan penurunan jumlah sel darah, yang sebagian besar bersifat sementara.

Radioterapi modern, seperti intensity modulated radiotherapy (IMRT) dan proton beam therapy, telah mengurangi risiko efek samping. Meski demikian, beberapa efek samping seperti jaringan parut pada organ tertentu dapat terjadi dalam jangka panjang.

Keberhasilan pengobatan dan pencegahan

Keberhasilan pengobatan kanker paru-paru sangat bergantung pada stadium kanker saat diagnosis dan kondisi fisik pasien. Kanker paru-paru non-small cell stadium 1 memiliki tingkat harapan hidup lima tahun hingga 90 persen. Namun, pada stadium 3, tingkat kesembuhan menurun menjadi 30-50 persen.

Akses ke pengobatan dini dari tim multidisiplin yang terdiri dari ahli onkologi medis, bedah toraks, dan onkologi radiasi sangat penting untuk hasil terbaik.

Kanker paru-paru dikenal memiliki risiko kekambuhan. Pendekatan seperti terapi obat sebelum operasi (neoadjuvant therapy) kini sering dianjurkan. Terapi ini membantu mengecilkan kanker sehingga operasi menjadi lebih mudah dan risiko penyebaran kanker dapat diminimalkan.

Dengan deteksi dini dan pengobatan terbaik, peluang untuk sembuh tanpa kambuh dapat meningkat.

SURVEI SEPUTAR KANKER

Silakan mengisi survei berikut ini untuk membantu kami menghadirkan informasi yang lebih baik kepada Anda.